Jumat, 10 Oktober 2014

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)


A.     Penggunaan EYD yang benar pada penulisan huruf dan kata
1.      Penggunaan Huruf Kapital
a.    Jabatan tidak diikuti nama orang
Dalam butir 5 Pedoman EYD dinyatakan, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsure nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Contoh : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat, Profesor Jalaluddin Rakhmat, Sekretaris Jendral, Departemen Pendidikan Nasional. Jabatan tidak diikuti nama orang tidak memakai huruf kapital. Contoh : Menurut bupati, anggaran untuk pendidikan naik 25 % dari tahun sebelumnya.

b.    Huruf pertama nama bangsa
Dalam butir 7 dinyatakan, huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Contoh : bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris. Ditegaskan, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai bentuk dasar kata turun. Contoh : ke-Sunda-Sundaan, ke-Inggris-Inggrisan, ke-Batak-Batakan, meng-Indonesiakan. Seharusnya : kesunda-sundaan, keinggris- inggrisan, kebatak-batakan, mengindonesiakan.

c.    Nama geografi sebagai nama jenis
Dalam butir 9 ditegaskan, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Contoh : berlayar ke teluk, mandi di kali, menyebrangi selat, pergi ke arah tenggara, kacang bogor, salak bali, pisang ambon, pepaya bangkok, nanas subang, tahu sumedang, peuyeum bandung dan telur brebes.

d.   Setiap unsur bentuk ulang sempurna
Dalam butir 11 dinyatakan, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Contoh : Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Yayasan Ahli-Ahli Bedah Plastik Jawa Barat, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Garis-Garis Besar Haluan Negara.

e.    Penulisan kata depan dan kata sambung
Dalam butir 12 dinyatakan, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Biasanya dipakai pada penulisan judul cerpen, novel. Contoh : Harimau Tua dan Ayam Centil, Hari-Hari Penantian dalam Gua  Neraka, Kado untuk Setan, Taksi yang Menghilang.

                                                                                                                                   
2.        Penulisan Huruf Miring

a.    Penulisan nama buku
Pada butir 1 pedoman penulisan huruf miring ditegaskan, huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Contoh : Buku Jurnalistik Indonesia, Majalah Sunda Mangle, Surat Kabar Bandung Pos.

b.    Penulisan penegasan kata dan penulisan bahasa asing
Butir 2 pedoman penulisan huruf miring menyatakan, huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Contoh :  boat modeling, aeromodeling, motorsport.

c.    Penulisan kata ilmiah
Butir 3 pedoman penulisan huruf miring menegaskan, huruf miring dan cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah dan ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Contoh : royal-purple amethyst, crysacola, turqoisa, rhizopoda, lactobacillus, dsb.

3.        Penulisan Kata Turunan

a.    Gabungan kata dapat awalan akhiran
Butir 3 pedoman kata turunan menegaskan, jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh : bertepuk tangan, garis bawahi, dilipatgandakan, sebar luaskan.

b.    Gabungan kata dalam kombinasi
Butir 4 pedoman penulisan kata turunan menyatakan, jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh : antarkota, antarsiswa, antipornografi, antikekerasan, anti-Amerika, audiovisual, demoralisasi, dwiwarna, dwibahasa, ekasila, ekstrakulikuler, interkoneksi, intrakampus, multifungsi, pramuwisma, tunakarya, tunarungu, prasejarah, pascapanen, tridaya, rekondisi.
4.        Penulisan Gabungan Kata

a.    Penulisan gabungan kata istilah khusus
Butir 2 pedoman penulisan gabungan kata mengingatkan, gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan. Contoh : alat pandang- dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung tangan, ibu-bapak kami.


                                                                                                            
b.    Penulisan gabungan kata serangkai
Butir 3 pedoman penulisan gabungan kata menegaskan, gabungan kata berikut harus ditulis serangkai. Contoh : acapkali, adakalanya, akhirulkalam, daripada, darmawisata, belasungkawa, dukacita, kacamata, kasatmata, manakala, manasuka, matahari, olahraga, padahal, peribahasa, radioaktif, saptamarga, saripati, sediakala, segitiga, sekalipun, sukacita, sukarela, sukaria, titimangsa.


B.       Penggunaan EYD yang benar pada partikel, singkatan, akronim, dan angka.

1.    PENULISAN PARTIKEL
Penulisan partikel -lah, -kah, dan –tah Pedoman EYD menetapkan ketentuan pertama menyatakan partikel -lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh : bacalah, tidurlah, apakah,  siapakah, apatah.

a.    Penulisan partikel pun
Butir 2 tentang penulisan partikel mengingatkan, partikel pun dituliskan terpisah dari kata yang mendahuluinya.
b.    Penulisan partikel per
Butir 3 tentang penulisan partikel menyebutkan, pertikel per yang berarti mulai, demi, dan tiap ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.

2.    PENULISAN SINGKATAN
Pedoman EYD menegaskan, singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.

a.    Penulisan singkatan umum tiga huruf
Pedoman EYD mengingatkan, singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Kaidah bahasa jurnalistik dengan tegas melarang pemakaian singkatan umum seperti ini dalam setiap karya jurnalistik seperti tajuk renacana, pojok, artikel, kolom, surat pembaca, berita, teks foto, feature. Bahasa jurnalistik juga dengan tegas melarang penggunaan singkatan jenis ini dalam judul tajuk, artikel, surat pembaca, atau judul-judul berita.

b.    Penulisan singkatan mata uang
Pedoman EYD menegaskan, lambang kimia, singkatan satuan ukuran , takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.


                                                                                                             4
3.    PENULISAN AKRONIM
Menurut Pedoman EYD, akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
Pertama, akronim nama diri berupa gabunga suku kata. Kedua, akronim yang bukan nama diri berupa gabungan huruf.

a.    Akronim nama diri
Pedoman EYD menyatakan, akronim nama diri yag berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

b.    Akronim bukan nama diri
Menurut Pedoman EYD, akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Sebagai catatan, Pedoman EYD mengingatkan, jika dianggap perlu membentuk akronim, maka harus diperhatikan dua syarat
Pertama, jumlah suku akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia.
Kedua, akronim dibentuk yang sesuai dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim

4.    PENULISAN ANGKA
Pedoman EYD menetapkan empat jenis penulisan angka,
Pertama, angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. Dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.
Kedua, angka digunakan untuk menyatakan :
(1) ukuran panjang, berat, luas, dan isi,
(2) satuan waktu,
(3) nilai uang, dan
(4) kuanitas.
Ketiga, angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, aparteman, atau kamar pada alamat.
Keempat, angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.

5.    PENULISAN LAMBANG BILANGAN
Dari delapan jenis penulisan bilangan yang diatur dalam Pedoman EYD, empat diantaranya perlu dibahas disini. Ini mengingat apa yang dibolehkan dalam Pedoman EYD, belum tentu dibolehkan pula dalam bahsa jurnalistik.

a.    Penulisan lambang bilangan satu-dua kata
Pedoman EYD menetapkan, penulisan lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan.

b.    Penulisan lambang bilangan awal kalimat
Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.

c.    Penulisan lambang bilangan utuh
Angka yang menunjukan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Ketentuan dalam Pedoman EYD ini sangat sejalan dengan kaidah bahasa jurnalistik yang senantiasa menuntut kesederhanaan dan kemudahan.

d.   Penulisan lambang bilangan angka-huruf
Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali didalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. (ash3).com

C.      Penggunaan Tanda Baca

1.                            Tanda Titik ( . )

a.    Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya: Ayahku tinggal di Solo.
                             Biarlah mereka duduk di sana.
                             Dia menanyakan siapa yang akan datang.

b.    Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
                       Misalnya:  A. S. Kramawijaya
                                         Muh. Yamin

c.    Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
Misalnya:   Bc. Hk.              (Bakalaureat Hukum)
   Dr.                     (Doktor)

2.    Tanda Koma ( , )

a.    Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Misalnya:   Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
                    Satu, dua, . . . tiga! 

b.    Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi dan melainkan. 
       
Misalnya:  Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
                                    Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim. 

3.    Tanda Titik Koma ( ; ) 

a.    Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian­bagian kalimat yang sejenis dan setara. 
Misalnya: Malam makin larut; kami belum selesai juga. 

b.    Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. 
Misalnya: Ayah mengurus tanaman di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

4.    Tanda Titik Dua ( : ) 

a.    Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. 
Misalnya: Yang kita perlukan sekarang ialah barang yang berikut:   ’kursi, meja, dan lemari’.
Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonorni Umum dan Ekonomi Perusahaan. 

b.    Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
                        Misalnya:    a.  Ketua        : Ahmad Wijaya
                                                Sekretaris  : S. Handayani
                                                Bendahara : B. Hartawan
        b. Tempat sidang      : Ruang 104
            Pengantar Acara   : Bambang S.
            Hari                       : Senin
            Jam                        : 9.30 pagi 

5.    Tanda Hubung ( - ) 

a.    Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Misalnya: ... ada cara ba­-ru juga. 
Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. 

b.    Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada
Misalnya: ... cara baru meng­-ukur panas.
                                          ... cara baru me-ngukur kelapa.
                                          ... alat pertahan­-an yang baru.
Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.

c.    Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Misalnya:  anak-anak
      berulang-ulang
                                         dibolak-balikkan
                                          kemerah-merahan
Tanda ulang (2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.

6.    Tanda Pisah ( - )

a.    Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat. 
Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu -saya yakin akan tercapai- diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. 

b.    Tanda pisah menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. 
Misalnya: Rangkaian penemuan ini-evolusi, teori kenisbisan, dan kini juga pembedahan atom- tidak men­gubah konsepsi kita tentang alam semesta.

7.    Tanda Elipsis ( ... )

a.    Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
                        Misalnya: Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak. 

b.    Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.

8.    Tanda Tanya ( ? )

a.    Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya
        Misalnya: Kapan ia berangkat?
                       Saudara tahu bukan?

b.    Tanda tanya dipakai di antara tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
                        Misalnya: la dilahirkan pada tahun 1683 (?).
                                         Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. 




9.    Tanda Seru ( ! ) 

                                         Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah, atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat. 
                        Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu!
                                         Bersihkan kamar ini sekarang juga!
                                         Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anaknya!
                                         Merdeka! 

10.     Tanda Kurung ( ( ) ) 

a.    Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. 
                        Misalnya: DIP (Daftar Isian Proyek) kantor itu sudah selesai. 

b.    Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. 
                        Misalnya:  Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat                                               yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

c.    Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan. Angka atau huruf itu dapat juga diikuti oleh kurung tutup saja.
                        Misalnya:  Faktor-faktor produksi menyangkut masalah berikut:
(a)                                                                                                   alam,
(b)               tenaga kerja, dan
(c)               modal.
                        Faktor-faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.  

11.     Tanda Kurung Siku ( [ ... ] ) 

a.    Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu jadi isyarat bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asal.         
                        Misalnya: Sang Sapurba men[d] engar bunyi gemerisik. 

b.    Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. 
                        Misalnya: (Perbedaan antara dua macam proses ini [lihat BabI]  
                                         tidak dibicarakan.) 

12.     Tanda Petik ( "..." )

a.    Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.  
                        Misalnya:  "Sudah siap?" tanya Awal.
                                          "Saya belum siap," seru Mira, "tunggu sebentar!" 

b.    Tanda petik mengapit judul syair, karangan, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat. 
                        Misalnya:  Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa,
                                           dari Suatu Tempat

13.     Tanda Petik Tunggal ( '...' )

a.    Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.       
                        Misalnya:  Tanya Basri, "Kaudengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
                                          "Waktu kubuka pintu kamar depan, kudengar teriak
anakku, 'Ibu, Bapak pulang',
dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.

b.    Tanda petik tunggal mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing (Lihat pemakaian tanada kurung) 
                        Misalnya:  rate of inflation          ’laju inflasi’


14.     Tanda Ulang ( ...2 ) (angka 2 biasa) 
              Tanda ulang dapat dipakai dalam tulisan cepat dan notula untuk menyatakan pengulangan kata dasar.           
                        Misalnya: kata2
                                         lebih2
                                         sekali2 

15.     Tanda Garis Miring ( / ) 
a.    Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
                        Misalnya: No. 7/PK/1973 

b.    Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per, atau nomor alamat. 
                        Misalnya:  mahasiswa/mahasiswi
                                          harganya Rp 15,00/lembar
                                          Jalan Daksinapati IV/3 

16.     Tanda Penyingkat (Apostrof) ( ' ) 
              Tanda apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata. 
                        Misalnya:  Ali 'kan kusurati        ('kan = akan) 
                                          Malam 'lah tiba         ('lah = telah)

 


Daftar Pustaka

Finoza, Laminuddin. 2004. Komposisi Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Non Jurusan Bahasa. Jakarta: Diksi Insan Mulia.

Doyin, Mukh. 2009. Membaca EYD. Jakarta: Landangan Institute.

Lingga, Hanu. 2009. Pedoman EYD. Jakarta: Tim Sastra Indonesia.
 

Sabtu, 17 November 2012

Di dunia ini, siapa sih yang nggak mempunyai sahabat? Jika memang tidak ada, teman pasti punya. Kali ini gue bakalan cerita tentang sahabat gue tercinta yang gue kenal dari SMP, salah satu smp di kota Padang yaitu SMP Negeri 5, dan sahabat gue itu sebut saja dia adalah Alm. Monica Frisna Dewi. Panggilan kesayangan dari gue buat dia itu "Momon". Tapi kini dia telah tiada, almarhumah telah istirahat dengan tenang disana. Kepergiannya memberikan kesedihan yang teramat dalam bagi gue. Almarhumah adalah satu-satunya sahabat yang paling mengerti gue, bahkan selama gue bersahabat dengannya kami bisa dikatakan tidak pernah berantam, atau berselisih paham. Makanya pas kepergian dia gue masih belum percaya dia ninggalin gue selama-lamanya, tapi yaah gue harus ikhlas atas kepergiannya.

Gue mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada smp gue karena udah mempertemukan gue sama sosok sahabat yang luar biasa. Sahabat yang rela-berkorban, lebih mengutamakan sahabat daripada dirinya sendiri, tidak bermuka dua, setia, jujur, baik hati, sang motivator, nggak pernah ngeluh, dan semua kebaikan dia gue nggak bisa sebutin satu-persatu. Bisa dibilang, mungkin almarhumah adalah satu-satunya manusia yang hidup di bumi ini sebagai malaikat yang diberi Allah buat gue. Bagi gue almarhumah adalah sosok yang luar biasa. Karena almarhumah adalah pendengar yang baik saat gue curhat sama dia, curhat tentang semua kegalauan gue ataupun masalah yang bener-bener nggak bisa gue selesaikan sendiri. Dia bukan hanya mendengarkan atau memberikan solusi seperti kebanyakan teman gue lainnya, tapi dia juga ikut membantu gue, supaya gue bisa keluar dalam masalah itu, dan terbukti dia bisa membawa gue keluar dari masalah itu. Tapi sayang, saat gue lihat dia lagi ada masalah, dia nggak mau cerita apa-apa ke gue, dia terlihat seperti orang yang gembira tanpa ada masalah di hidupnya, memang dia terkenal sebagai anak yang 'cukup pendiam', sampai-sampai semua keluh-kesahnya jarang sekali dia ceritain ke gue. Intinya almarhumah adalah sosok yang sangat tegar, itulah sifat yang harus gue punya dari almarhumah.

Almarhumah juga penyimpan rahasia yang baik, dia nggak pernah bersifat munafik selama gue kenal dan bersahabat dengannya. Apapun yang gue ceritain nggak pernah sekalipun terdengar dari mulut orang lain tentang rahasia gue terbongkar. Jarang banget ada orang seperti almarhumah, Langka! Gue nggak tau lagi harus jalani hidup, sementara sahabat yang kuatin gue, tegarin dan semangatin gue udah pergi selama-lamanya. Tapi meskipun demikian, dia masih hidup kok, ya masih hidup. Masih hidup di hati gue...

Mengingat kenangan yang gue punya bareng almarhumah, kalau gue inget-inget lagi gue bisa terhibur atau bahkan bisa sedih. Kenangan sedih, senang, haru, dan apapun itu kami udah lewatinnya bareng-bareng.
Rumah, Keluarga, Orang tua almarhumah udah gue anggap sebagai kehidupan gue yang kedua. Karena dari SMP gue udah deket banget sama kehidupan sekitarnya.

Semasa SMP gue keluar main bareng, cerita-cerita, pulang bareng, sampai makan bareng dan main bareng di rumahnya. Gue masih inget banget masa-masa smp yang gue lewatin bareng dia itu menyenangkan banget, The best of moments I ever have. Hal yang masih terngiang-ngiang sama gue itu adalah "ketawanya". Sekali almarhumah ketawa, ketawanya itu bisa jadi obat penghibur gue. Gue bisa lupa sama masalah-masalah gue. Bercanda sama almarhumah juga nggak pernah ada habisnya, mulai dari yang biasa-biasa aja sampai yang tergokil, mungkin bisa sampai ketawa ngakak. Jangankan pas ketemuan langsung, di SMS aja kita berdua kayak lagi hadap-hadapan. Sumpah, terhibur banget gue setiap dia bercandain gue, dia paling bisa banget buat gue mengalihkan pikiran gue. Apasih yang pernah buat gue kesel sama almarhumah? Jujur, nggak ada! Karena gue nyaman banget sahabat sama dia. Bisa dibilang kami sehati. Karena apapun yang gue/dia mau sesuatu, pasti salah satu dari kita udah tau apa yang harus kita lakukan/apa yang kita kasih.

Setelah tamat smp, gue diterima di SMA Negeri 2 Padang, dan Monic di SMA Negeri 14 Padang. Selama SMA gue juga masih deket sama dia, mungkin nggak sedekat dulu karena kami sama-sama sibuk belajar. Waktu itu belajar untuk pemilihan jurusan IPA/IPS. Tapi sesekali jika ada waktu luang, kita selalu ada planning untuk ketemuan. Gue masih inget banget, gue buat acara di KFC hari Jum'at gue lupa tanggal berapanya. Gue pulang dari sekolah pakai angkot dan turun di Sari Anggrek. Gue nungguin dia dan temen gue satu lagi namanya "Dini Arisyi" atau biasa gue panggil "dini", sampai dia datang. Setelah dia datang, kami sama-sama ke rumah nenek gue dulu, buat minta jajan sama mama hehe. Nah, setelah selesai baru deh langsung jalan ke KFC. Sesampainya kami di KFC, tanpa disadari kami bertemu "Dilla Fitrisia" (Dila). Waktu itu dila lagi makan sama teman-teman sekolahnya, dan karena kami menyapanya dia akhirnya gabung dengan kami. Dan inilah beberapa foto waktu di KFC khususnya bersama almarhumah (Sahabat gue tercinta) :''''



*Acara reuni zaman kelas X SMA :3*

Next, gue masih banyak banget galeri foto sama almarhumah. Paling banyak pas perpisahan kelas IX SMP. Tapi belum gue upload karena flashdisk gue hilang :(
Kalau gue liat semua galeri foto khususnya acara yang selalu gue buat untuk ketemuan sama teman-teman lama SMP, Almarhumah dan gue lah yang selalu ada fotonya. Memang, setiap gue bikin acara, almarhumah nggak pernah absen untuk pergi ke acara tersebut. Saat yang lain nggak bisa pergi dengan alasan inilah itulah, Almarhumah beda, sangat beda. Dia mau meluangkan waktunya buat acara itu, dan mungkin juga buat gue. Karena kami berdua, bak surat tanpa materai. 

Well, gue bakalan tampilin foto-foto semua acara reuni yang pernah gue buat, dan almarhumah ada disana...
*Acara pertama (Acara yang lagi di KFC diatas)
*Acara Kedua, Acara buka puasa bareng pada hari Minggu tanggal 7 Agustus 2011 di ATL HW (Ayam Tulang Lunak, Hayam Wuruk).
Gue bersama Dilla Fitrisia, Alm. Monica Frisna Dewi dan Ihsan Satria Bakhtiar...
Waktu itu bener-bener acara terseru yang pernah ada, karena gue nggak ada habisnya ketawa-ketawa bareng mereka, khususnya bareng almarhumah. Sampai jatuh air mata gue dan perut gue sakit nggak ketulungan karena topik yang kami bahas pada saat itu sangat kocak. Hal gila yang rasanya tak patut untuk dibicarakan menjadi kebutuhan bagi kami, senang rasanya :'''D. Ini dia ;;)








*Acara Bubar Para Sahabat Gila xD*

*Acara Ketiga, Acara buka bareng pertama kelas gue, kelas 8.5 waktu smp dulu. Nah masih di lokasi yang sama nih, kali ini lumayan rame yang dateng, (Yudha, Ayu, Dean, Gue, Habian, Hanafi, Muthia, Nia, Randa ,tentunya ada monic juga dong yaa :'''')



*Acara Bubar Pertama kelas 8.5*

*Acara Keempat, dimana acara terakhir yang gue buat, sebelum almarhumah pergi :(
Bertepat tanggal 10 dan 13 Agustus 2012. 10 Agustus 2012 adalah hari dimana masih merundingkan acara buka bersama untuk tanggal 13 nya. Dan gue Alhamdulillah sempet foto berdua sama Almarhumah untuk yang terakhir kalinya :'''''






*Lokasi : SMP Negeri 5 Padang*

Dan ini acara buka bersamanya, pas hari H tanggal 13nya, rame banget yang dateng, itu acara bubar kelas gue yang 8.5 untuk yang ke dua kalinya. Ada (Gue, Monic, Meri, Dini Dwi, Aan, Dean, Hanafi, Habian, Difa, Irvan, Rizki Herdi, Sidky, Ilham Fatahilla). Dan sebelumnya gue pernah nulis blog ini, kalau nggak salah pas bulan Agustus. Thanks for coming, guys^^.













*Acara Bubar Kedua kelas 8.5*

Nah, udah ngeliat banget kan, semua galeri foto-foto rata-rata ada Alm. Monic nya :'''''
Intinya, gue sayang banget sama dia, dia adalah sahabat terindah yang pernah gue punya, gue nggak pernah sekalipun merasa menyesal kenal sama dia, malah gue merasa jadi orang yang sangat beruntung karena Allah mengenalkan gue dengan sosok yang luar biasa. Yap! "Si Kecil yang Mempesona"...
Kepergian dia masih berat banget untuk gue lepasin, tapi yah demi ketenangan sahabat gue disana gue insyaallah udah ikhlas. Demi apapun, nggak ada orang lain lagi yang bisa gantiin posisi sahabat terbaik di hidup gue, nggak adaaaaa gue yakin se yakin-yakin nyaaa...
Gue ngerasa banyak banget nyusahin dia, salah sama dia, tapi sama sekali nggak jadi beban buat dia. Berkali-kali gue minta maaf dan bilang makasih tapi dia terus bilang "ah nggak apa-apa fer, udah itu jangan dibahas lagi, gue ikhlas, kan saling tolong-menolong". Bangga banget gue punya sahabat kayak Almarhumah :'''''
Amarhumah juga tipe orang yang pamrih, nggak bermuka dua, apa adanya dan sederhana, dengan kesederhanaan dan kebaikannya semua orang yang mengenalinya pasti sangat nyaman apabila berada didekat nya, seperti yang gue rasaim sendiri. Almarhumah juga kalau ada masalah dia nggak pernah nampakin masalahnya ke kami-kami, dia selalu pendam sendiri, dan hebatnya dia bisa tersenyum dibalik masalah itu semua. Dia tak mau teman-temannya ikut merasakan sedih, dia juga nggak mau banyak yang kasihan sama dia, malahan dia yang sering kasihan ke kami-kami. Mulia sekali sifatnya yang langka dimiliki oleh orang saat ini. Nggak pernah ngerepotin orang. Gue bangga sama dia, SANGAT BANGGA!!!!!!!!!!!!!!
Innalillahi wainnailaihi raji'un, sang malaikat kecil gue harus pergi ninggalin kami semua termasuk gue sendiri. Andai, saat-saat terakhir ia akan pergi gue ada disampingnya, tapi gue nggak ada waktu itu, sedih!SANGAT SEDIH! bahkan gue nggak tau kapan dia akan pergi, setidaknya disaat terakhir itu gue bisa ngomong sama dia, menanyakan apa pesan dia buat gue atau bahkan yang lainnya, tapi sayang, berita itu terlambat gue terima. :''''(
Jam 22.00 Almarhumah meninggal dunia, karena penyakit Demam Berdarah yang dideritanya, dan gue baru dapat kabar dari tante via telepon ,Sahabat tersayang gue satu-satunya pergi pas malam itu juga entah jam berapa. Seluruh badan gue dingin, ingiin sekali yang terucap dari mulut tantenya, itu hanya BERCANDA, tapiiiii apa?ini fakta yang harus gue terima, gue kehilangan sahabat tersayang gue, gue keluar kamar, dan gue nangis, gue info orang tua gue, beliau juga seakan tak percaya atas kepergian sahabat gue, badan gue lemes, seperti kehilangan semangat hidup. Tanpa berpikir panjang gue, papa, mama langsung ke rumah duka. Disana gue ngeliat sendiri, sahabat yang biasanya bisa ketawa-ketawa bareng gue, sekarang gue harus ngeliat sahabat gue yang tak bernyawa digotong dari ambulance ke rumah dan ditutup kain, sungguh pada malam itu gue sama sekali nggak kuat untuk berdiri, gue masih belum yakin ini fakta, gue mau ini mimpi, tapi? Ini fakta, gue teriak nama dia dengan nada keras, memang dalam agama nggak boleh, tapi mau gimana gue sangat histeris atas kepergian Almarhumah...
Selama 3 hari gue terus nangisin Almarhumah, mengingat semua kenangan yang pernah dilalui bersama, apapun jenis kenangannya. Yang paling gue inget dia kasih kado ulang tahun ke gue pas bulan July lalu. Hadiah Bingkai foto yang sangat cantik, dan dibungkus kado yang sangat rapi, cantik, dan elegan. Lebuh surprisenya lagi, bungkusan kado itu bergambar "Angry Birds" sangat gue suka dan dia mengaku nggak tau itu kesukaan gue. Bener kan, ini namananya kontak bathin sahabat sejati :'''''.
Gue juga masih inget pas gue ngajakin dia untuk gue traktir, yah sebut saja itu PJ lah. Gue sms dia, dan dia bilang dia sakit, terus gue awalnya biasa aja. Seminggu berlalu gue sms dia lagi, menanyakan apakah dia bisa pergi atau tidak, ternyata dia benar-benar sakit parah. Karena sahabat yang gue sayang lagi sakit, maka gue jenguk ke rumahnya, waktu itu gue bareng Witri (Sahabat gue juga). Sesampai disana gue dan iwit bisa ngeliat sendiri, monic kondisinya sangat lemah, untuk bicara sama kita dia nggak sanggup, Ya Allah betapa lemahnya dia saat itu. Dan gue beliin roti buat diam berharap dia makan dan cepat sembuh biar bisa main dan ketawa bareng lagi, tapi takdir berkata lain, Monic harus pergi dan istirahat dengan tenang disana, Monic sudah bersama Allah SWT, gue dan yang lain harus tabah dan ikhlas. Cita-cita gue, gue bisa ngelanjutin impian dia sebagai seorang "Sutradara", karena Almarhumah sangat pintar. Dia rajin banget sekolahnya. Fasih berbahasa Inggris, bahkan gue sering share bareng dia untuk memperlancar bahasa inggris gue, dan hobi banget buat cerpen/novel. Banyak banget cerpen/novel karya dia, dan ceritanya PATUT DIACUNGI JEMPOL (y)!!!!!!!!! Teman-temannya banyak yang pinjam, karena cerita dia bagus banget dan sangat menghibur, TOP, KEREEEEEEEEEEN POKOKNYAAAA!!!!!!!!!!!!!!.

Kalimat yang nggak akan pernah terlupakan, saat dia bilang ke adeiknya "Wulan" bahwa sahabat tersayang dia itu adalah GUE dan gue berada di urutan PERTAMA dalam hidupnya. YA! lo bener mon, apa yang lo bilang, sama dengan apa yang gue rasain, makasih banget udah jadi sahabat gue yang paling THE BEST, GUE SAYANG BANGET SAMA LO, GUE BAKAL LANJUTIN CITA-CITA LO INSYAALLAH,AAMIIN, GUE NGGAK AKAN PERNAH SAMA LO DAN KEBAIKAN LO, TERIMA KASIH BANYAK SAHABAT SEJATI< SAHABAT TERSAYANG, I LOVE YOU MONICA FRISNA DEWI {{{{{{}}}}}}:******<3:""""""